Pages

Pages

Pages - Menu

Jumat, 18 Januari 2013

Tentang Amar Ma'ruf NAhi Munkar..

       Kita Hidup di bumi Allah ini tidaklah abadi, tidak seabadi cinta Rasulullah SAW kepada Allah SWT dan kepada umatnya. Kita sebagai makhluk Allah yang sangat lemah, hamba yang sangat bergantung dengan yang disembahnya, tidak sepatutnya menyombongkan diri dan berbuat sesukanya tanpa didasari iman, ilmu dan aqidah dalam menjalani kehidupan yang sangat singkat di dunia. Istilah orang jawa mengatakan, "awak e dewe iki mung mampir". Iya, benar, kita di dunia ini memang hanya sekejap, maksimal kita tinggal di dunia ini paling-paling juga tak sampai 150 tahun. Kalau toh sampai, katakan 100 tahun, itu hanya seper seribu (0.001) hari di akhirat. Bayangkan, hanya 0,001 hari di akhirat.
       
 Disana, di tempat yang akan kita huni selama-lamanya setelah yaumul ba'ats nanti, kita akan mendapatkan tempat sesuai dengan amal dan perbuatan kita selama masih hidup di bumi. Oleh sebab itu, ayo, kita perbaiki dan tarbiyah i diri kita ini menjadi hamba yang lebih Sholih, Sholihah dan bertaqwa dengan sebenar-benarnya kepada Tuhan sekalian alam, ALLAH SWT.

        Diriwayatkan dari 'Aisyah r.a. yang berkata,"Nabi SAW. menemui aku, dan tampak olehku pada wajahnya bahwa beliau baru saja menghadapi sesuatu. Lalu beliau berwudhu dan tidak berbincang kepada siapapun. Kemudian aku merapat ke (dinding) kamar hendak mendengar apa yang akan beliau katakan. Beliau duduk diatas mimbar, lalu dipuji dan disanjungnya Allah dan kemudian bersabda,"Hai manusia, sesungguhnya Allah telah berfirman kepdamu sekalian, Perintahlah (manusia) melakukan yang ma'ruf, dan cegahlah (mereka) dari perbuatan mungkar, sebelum tiba saatnya kamu berdoa, tetapi doamu tidak Kukabulkan, dan (sebelum) kamu meminta kepada-Ku, tetapi tidak Kuberi, dan (sebelum) kamu meminta tolong kepada-Ku, tetapi tidak Kutolong".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar